Irma Deistya Pecinta kucing yang dulunya takut kucing, Kemudian mulai memberanikan diri dan akhirnya jatuh cinta terlalu dalam ke dunia perkucingan

Kucing Siam

Kucing Siam

Beberapa postingan di blog ini sudah sedikit menyinggung si Kucing Siam ini yah genks. Pasti kamu juga sudah tidak asing lagi kan?? Awas yaah kalau kamu bilang belum tau, berarti kamu belum baca semua postingan aku nih 🙁

Nah, kali ini aku mau membahas mengenai si imut nan menggemaskan yang kalau bersuara tuh nyaring, dan tentunya punya fans banyak di seluruh dunia.

Kucing Siam

Di artikel ini juga akan membahas keseluruhan informasi yang perlu kamu tahu sebelum kamu membeli kucing Siam atau bisa juga sebagai panduan bagi kamu yang sudah memilikinya. Ada info tentang bagaimana cara merawatnya, tentang kesehatannya, serta tips memilih kucing Siam yang baik untuk kamu.

 

Apa Sih Kucing Siam itu?

Kucing Siam adalah jenis kucing purba lho genks. Ciri khas yang paling utama dari kucing Siam yaitu terdapat tanda di wajahnya, memiliki telinga besar, bermata sipit, dan kakinya ramping panjang.

Kucing Siam

Kucing karismatik ini dikenal sebagai “meezers”, sangat terkenal karena penampilannya yang unik serta kepribadiannya yang menyenangkan sehingga jadi incaran banyak orang yang menginginkan hewan peliharaan yang baik.

Si Siam ini termasuk kucing yang penuh kasih sayang pada keluarga, dan senang ngobrol! Jadi, kalau kamu punya kucing Siam di rumah, kamu harus bersiap untuk mengobrol panjang kali lebar kali tinggi yaah genks!

 

Ciri-Ciri Kucing Siam

Kucing Siam terlihat seperti berpakaian dan bersiap untuk pesta topeng yang elegan dengan baju malam pucatnya yang dilengkapi dengan aksesori hitam yang chic dan mata biru tanzanite nya.

Kucing Siam

Kucing Siam memiliki badan yang langsing, tapi lentur dan berotot lho genks karena hobinya senam aerobik sama ibu-ibu komplek 😛 Selain itu yang paling menonjol dari kucing Siam yaitu “colorpoint” nya, yaitu pola warna yang lebih gelap pada bagian telinga, wajah (seperti topeng), ekor, paha, dan kakinya.

Penampilan kucing Siam juga khas, dengan kepala berbentuk baji, straight profile, serta leher yang panjang dan kurus, membuat orang kagum akan keanggunan penampilannya.

Tubuh dan kaki kucing Siam yang panjang berkolaborasi dengan tubuhnya yang berotot. Selain itu, kucing Siam memiliki ekor yang panjang serta tipis dan meluncur ke suatu titik di ujungnya. Telinga kucing siam juga sangat khas, dengan telinga besar, pangkalan lebar dan ujung yang runcing.

Kemudian penampilannya disempurnakan dengan matanya yang berwarna biru, berbentuk sipit seperti kacang almond. Secara keseluruhan penampilan kucing Siam memberi kesan atletis dan kelincahan yang anggun.

Kalau kamu ingin memelihara kucing Siam, kamu harus siapkan banyak waktu kamu untuk mengajaknya bermain yaah genks atau kamu bisa sediakan mainan interaktif untuk membantunya olahraga juga. Hal ini dilakukan untuk membuat kucing kamu sehat, dan memberikan kamu waktu berkualitas bersama kucing kamu sehingga mempererat hubungan kamu dengan si kucing.

 

Sejarah Kucing Siam

Asal si kucing Siam ini dari Thailand (mulanya bernama Siam) lho genks, dan awal pertama kali diimpor pada tahun 1800-an.

Diperkirakan bahwa kucing khas ini adalah keturunan kucing purba yang ditemukan di kuil-kuil Siam. Terdapat ilustrasi dan deskripsi kucing yang mirip, serta ditemukan dalam literatur Thailand selama ratusan tahun.

Kucing Siam

Pada manuskrip kuno yang menggambarkan kucing, kucing Siam belum terlihat di Barat sampai akhir abad kesembilan belas, ketika kucing Siam dipamerkan di Crystal Palace Cat Show di London. Tidak semua orang menghargai penampilan kucing Siam yang tidak biasa, tetapi akhirnya kucing Siam dengan cepat menjadi hewan peliharaan yang modis.

Pada pergantian abad, kucing Siam juga populer di Amerika Serikat. Presiden Rutherford B. Hayes (1877-1881) dan istrinya Lucy adalah penerima kucing Siam yang dikirim kepada mereka pada tahun 1878 oleh David B. Sickels, seorang diplomat Amerika Serikat yang ditempatkan di konsulat Thailand. Terdapat sebuah file di the Rutherford B. Hayes Presidential Center mengenai perincian hadiah itu yang dituliskan oleh David B. Sickels melalui suratnya.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1880, raja Siam memberikan dua pasang kucing Siam kepada konsul jenderal Inggris di Bangkok, lalu membawanya ke Inggris, dan kemudian si Kucing Siam menjadi bahan pembicaraan di kota.

Popularitas kucing Siam langsung membludak dengan cepat, ketika orang-orang mulai mencari untuk memiliki salah satu kucing “Oriental” yang cantik ini. Kucing Siam pertama yang memenangkan gelar juara adalah Wankee pada tahun 1898, dan sesudahnya berkembang biak dengan cepat.

Kemudian kucing cantik ini dengan cepat terlihat di acara kucing di seluruh Amerika, Eropa dan Asia juga.

Pada awalnya, khas dari kucing Siam yang paling menonjol adalah “sealpoints” nya yang berupa hitam kecoklatan gelap. Tetapi kemudian warna blue, cokelat, dan lilac point kucing Siam segera dikembangkan dan diterima di pertunjukkan kucing. Hari ini kucing Siam sudah terdapat banyak warna dan pola titik yang berbeda, termasuk tabby points dan smoke points.

Kucing Siam termasuk adalah jenis alami, yang berarti colorpoint aslinya adalah hasil dari mutasi genetik. Ras kucing ini telah berkontribusi pada penciptaan banyak ras kucing lainnya, termasuk kucing Bali, kucing Oriental, kucing Himalaya, kucing Tonkinese dan kucing Havana Brown.

Meskipun para breeder kucing Siam telah mengikuti aturan dalam pembiakan, tetapi karena satu dan lain alasan, kucing Siam secara bertahap mendapatkan penampilan yang lebih ramping, dengan kepala yang lebih berbentuk baji. Jenis Siam modern ini lebih mirip kucing asli Mesir, seperti yang digambarkan oleh sejarah.

Kucing Siam diakui oleh semua asosiasi kucing. Di tahun 1906, pertama kalinya kucing Siam diakui oleh Cat Fanciers Association (CFA). Asosiasi Kucing Internasional (TICA) juga mengakui Thailand, sebagai negara asal kucing native pointed asli Thailand. Bahasa Thailand nya kucing adalah Wichienmaat.

Pada tahun 1987, sekelompok breeder kucing siam, tertekan dengan perubahan ekstrem pada penampilan kucing Siam modern, dan khawatir dengan masalah kesehatan potensial yang akan dialami kedepannya, kemudian mereka bersatu untuk membentuk the Traditional and Classic Cat International registry. Salah satu tujuan organisasi ini adalah “mengembalikan dan mempertahankan tampilan ‘Gaya Lama’ dari masing-masing ras.”

Orang sering bingung dengan istilah “tradisional” dan “klasik” karena keduanya mengacu pada kucing Siam. Pendiri The Traditional Siamese Cat Association, Sheelagh Le Cocq, menjelaskan bahwa kucing Siam klasik adalah semacam persilangan antara versi tradisional dan modern, atau tanpa keduanya. Dia menggambarkan zaman klasik antara 1945 dan 1970.

 

Kucing Siam Tradisional VS Kucing Siam Klasik

The Traditional Cat Association mengakui dua jenis kucing Siam, yaitu kucing Siam tradisional dan kucing Siam klasik, keduanya memiliki tampilan yang berbeda dari kucing Siam modern yang diakui oleh CFA, TICA, dan asosiasi kucing lainnya.

Kucing Siam

Kucing Siam tradisional memiliki kepala bundar, dan tubuh bulat besar. Sedangkan kucing Siam klasik memiliki tubuh yang sedikit lebih panjang dari kucing Siam tradisional dengan kepala berbentuk seperti baji (wedge). Kucing Siam ada 4 warna yang diakui oleh CFA, ditambah dengan albino.

 

Ukuran Kucing Siam

Seekor kucing Siam dewasa akan memiliki berat badan 6 kg. Tentunya berat badan kucing Siam jantan akan lebih besar daripada kucing Siam betina.

 

Warna Kucing Siam

Kucing Siam dikenal dengan colorpoint-nya yang mencolok, dengan tubuh pucat dan wajah yang masih memakai masker lumpur 😛 Selain wajahnya, bagian yang gelap dari kucing Siam yaitu telinga, kaki, dan ekornya. Berdasarkan CFA warna kucing Siam potensial antara lain:

  • Kucing Siam seal point
  • Kucing Siam chocolate point
  • Kucing Siam lilac point
  • Kucing Siam blue point

Kucing Siam seal point memiliki tubuh coklat kekuningan dan tanda coklat yang sangat gelap. Kucing Siam chocolate point memiliki tubuh berwarna krem dengan tanda coklat yang pucat. Kalau kucing Siam lilac point memiliki tubuh berwarna putih dengan tanda abu-abu pinky. Sedangkan pada kucing Siam blue point memiliki tubuh berwarna putih dan tanda abu-abu, dengan blue hint pada warnanya.

Kucing Siam

Kucing Siam memiliki tanda khas ini karena gen himalaya, yang mengontrol pigmentasi tubuh. Supaya gen ini bisa dimunculkan maka kamu perlu mengawinkan antara kucing Siam jantan dengan kucing Siam betina, tidak boleh ras kucing lainnya, karena bersifat resesif.

Terdapat beberapa kucing Siam potensial lainnya yang diizinkan untuk dibiakkan oleh CFA, antara lain:

  • Kucing Siam cream point
  • Kucing Siam particolor point
  • Kucing Siam red point
  • Kucing Siam silver tabby
  • Kucing Siam smoke tabby
  • Kucing Siam tabby point

 

Perawatan Kucing Siam

Perawatan kucing Siam tergolong mudah dan sederhana. Karena secara struktural jenis kucing ini memiliki telinga yang terbuka dan lubang hidung yang bagus.

Kucing Siam memiliki bulu yang pendek, sehingga tidak diperlukan perawatan yang banyak, cukup yang standar saja. Cukup menyisirnya seminggu sekali untuk mengurangi risiko hairball. Pola warna yang khas pada kucing Siam berasal dari gen resesif yang menghasilkan pigmen melatonin gelap hanya di bagian area kulit yang dingin.

Kucing Siam

Inilah sebabnya, kamu hanya melihat bagian yang gelap pada wajah, kaki, dan telinga, karena merupakan tempat kulit yang didinginkan ketika bernafas.

Kuku cakarnya juga harus kamu potong setiap 10 sampai 14 hari yaa genks. Kamu bisa memberikannya scratcher for cat atau garukan khusus kucing *garukannya beda yaah sama yang buat manusia, kalau buat manusia garukannya dipakai ketika gatal* untuk melindungi furnitur rumah kamu juga.

Kamu juga harus perhatikan kesehatan giginya yaa. Mulailah kebiasaan menyikat giginya secara teratur sejak dini, supaya antara kamu dan kucing kamu tidak terjadi peperangan 😀 dan juga lakukan penjadwalan secara teratur ke dokter hewan untuk pembersihan gigi si kucing yaa.

Kucing Siam termasuk kucing yang aktif, menyenangkan, rasa ingin tahunya tinggi, tapi kucing yang bisa kamu latih juga genks. Hobinya suka memanjat, jadi sebaiknya kamu memberikannya cat tree atau sejenisnya supaya si kucing tetap bisa melakukan hobinya tanpa memanjat barang yang ada di rumah kamu.

Selain itu, si manis ini juga suka bermain puzzle atau bermain laser lalu mengejarnya. Permainan ini bisa membantunya menghilangkan rasa bosan di rumah dan bisa membantunya berolahraga juga.

Kucing Siam sama halnya dengan anjing, dia akan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi di sekitar rumah, untuk mencari perhatian kamu 🙂 Kucing kamu juga akan duduk di pangkuan kamu, segera kalau kamu duduk. Kucing Siam juga menyukai interaksi yang aktif dan akan merasa depresi jika kamu membiarkannya terlalu lama.

Akan lebih baik jika kucing Siam kamu dipelihara di dalam rumah saja. Untuk menghindari kucing kamu tertabrak di jalanan, tertular penyakit dari kucing lain, bahkan dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

 

Grooming Kucing Siam

Perawatan kucing Siam tergolong cepat dan mudah. Karena kucing Siam memiliki bulu yang pendek, sehingga tidak terlalu diperlukan untuk menyisirnya seminggu sekali.

Kucing Siam

Tapi, jika kamu sudah membiasakan menyisir bulu kucing Siam dari kecil, maka kamu perlu terus melakukannya karena akan jadi waktu yang menyenangkan buat kamu dan si kucing daripada kamu merasa bahwa menyisir merupakan “tugas negara” 😀

 

Kepribadian Kucing Siam

Kepribadian kucing Siam menjadi daya tarik orang ingin memilikinya. Tidak hanya cerdas, kucing siam juga sangat penuh kasih sayang dan rasa ingin tahunya sangat tinggi.

Kucing Siam ini juga suka menuntut, karena kucing setia ini tidak ingin menghabiskan waktu sendirian, tetapi akan senang mengikuti kamu kemanapun kamu pergi di sekitar rumah, membuat kehadirannya dianggap oleh pemiliknya.

Kucing Siam

Kucing Siam juga suka lho berpelukan dengan kamu di malam hari sambil selimutan serta kepalanya di bantal 😀 lalu ikutan bobo deh, jadi makin gemas dengan si manis ini yaa kan.

Kamu bisa melatih kucing Siam kamu untuk mendatangi kamu ketika kamu memanggilnya, atau kamu bisa bermain fetch (bola) bersamanya dan biarkan si kucing mengejarnya. Kucing interaktif nan pintar ini harus tetap sibuk yaah genks, karena memang si kucing sangat aktif. Berikan scratcher atau banyak mainan kucing akan sangat penting, dengan memberikan puzzle akan membuatnya tetap sibuk.

Kucing alami ini akan melakukan yang terbaik, jika diberikan perhatian penuh sama kamu. Sisi buruknya, kucing ini tidak cocok untuk kamu yang bekerja seharian, karena bisa saja saat kamu pulang ke rumah kamu menemukan TV kamu menyala, tissue di rumah kamu berserakan dimana-mana, PlayStation kamu terbanting *seperti kasus aku genks*, dan hal buruk lainnya, jika dibiarkan terlalu lama tanpa hiburan. Solusinya adalah kamu bisa memelihara dua kucing sekaligus agar mereka tetap bersama.

 

Kebisingan Kucing Siam

Tidak ada duanya deh “kevokalan” kucing Siam ini, karena kucing Siam hobinya mengobrol genks, kalau di sekolah pasti selalu dihukum guru nih 😀 Kucing Siam juga akan memarahi kamu kalau kamu tidak memperhatikannya, dan berbicara dengan kamu seolah-olah kamu mengerti bahasanya. Kucing Siam juga terkenal karena suaranya yang khas, keras, serak dan sering bersuara tentunya.

Kucing Siam

Kucing ini tampaknya selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan keluarganya, sehingga kucing Siam dijuluki sebagai kucing yang paling vokal. Kucing Siam menggunakan bahasa tubuhnya dan nada rendah untuk menyuarakan pendapatnya di setiap kesempatan, sekalian doi juga mau nyaleg genks.. jangan lupa coblos yah yang mukanya pake masker lumpur 😀

 

Kesehatan Kucing Siam

Baik ras kucing murni maupun campuran sebenarnya sama-sama memiliki masalah kesehatan yang beragam yang mungkin bersifat genetik. Masalah umum pada kucing Siam adalah pada matanya. Kucing Siam yang bermata juling merupakan hal yang biasa di beberapa dekade lalu; gen sama yang memberikan kucing Siam ciri khas pada colorpoint-nya, sehingga mengakibatkan saraf penglihatan yang salah di otak.

Kucing SIam

Kecenderungan mata juling kucing Siam sebagian besar karena genetik, hal itu menandakan bahwa kucing Siam memiliki penglihatan yang sedikit kurang akurat daripada ras kucing lainnya, sehingga akan sangat berisiko kucing Siam akan tertabrak kendaraan apabila berada di luar saat malam hari.

 

Masalah Kesehatan Kucing Siam

Beberapa kondisi yang perlu kamu waspadai yang bisa menjadi masalah kesehatannya, antara lain:

Masalah Pernafasan

Kucing Siam lebih rentan terkena masalah pernafasan dibandingkan jenis kucing lainnya, terutama saat masih muda dan yang memiliki bentuk kepala baji.

Kucing Siam sering dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti batuk, infeksi saluran nafas bawah, asma kucing, dan penyakit bronkial.

 

Penyakit Jantung

Kucing Siam juga rentan terkena penyakit jantung seperti kardiomiopati hipertrofi. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini secara spesifik, pengobatan hanya untuk mengurangi gejalanya saja.

Penyakit jantung lainnya seperi stenesis aorta juga berisiko potensial pada beberapa kucing Siam.

 

Progressive Retinal Atrophy (PRA)

Kebutaan PRA adalah masalah yang banyak dialami pada ras kucing dengan kumpulan genetik terbatas. Masalah ini menjadi masalah utama pada kucing Siam one point, tetapi para breeder bisa mengurangi risiko penurunan penyakit ini pada anak kucing dengan cara orang tua si kucing dilakukan pengecekan PRA dulu.

 

Penyakit Hati dan Pankreatitis

Kucing Siam juga rentan terkena penyakit hati dan pankreatitis. Penyakit hati yang biasanya terjadi pada kucing Siam yaitu amiloidosis, yang disebabkan karena kelebihan protein abnormal yang disimpan oleh tubuh.

 

Kanker Kucing Siam

Sayangnya, kucing Siam juga rentan terkena beberapa bentuk kanker daripada jenis kucing lainnya. Oleh karena itu, ketika kamu hendak membeli atau mengadopsi anak kucing Siam, pilihlah breeder yang tidak memiliki riwayat kanker pada garis keturunan kucing mereka, sehingga membuat kucing Siam kamu berumur panjang, orang tua kucing yang sedikit lebih tua juga akan membantu kamu mengurangi risiko penyakit ini.

 

Kucing Siam Squints

Kucing Siam dulu umumnya memiliki mata juling (cross-eyed). Meskipun jenis kucing Siam ini telah dihilangkan, tapi hal ini masih tetap bisa terjadi dari waktu ke waktu. Hal ini tidak terlalu mempengaruhi secara signifikan kesehatan kucing kamu.

 

Penyakit Ginjal

Umumnya kucing Siam mengalami penyakit ginjal berupa amiloidosis ginjal, yaitu penumpukan protein abnormal yang sama di ginjal, sehingga dapat mengganggu fungsi ginjal normal.

 

Meskipun ada beberapa kondisi yang potensial menjadi masalah kesehatan kucing Siam, tapi umumnya kucing Siam merupakan kucing yang sehat sebagai ras kucing murni.

Yang terpentingnya adalah kamu mencatat semua masalah kesehatan potensial kucing Siam ini terlebih dahulu, lalu kamu menanyakannya ke breeder pilihan kamu mengenai sejarah keluarga serta riwayat penyakitnya secara terperinci sebelum kamu memilih salah satu anak kucing Siam mereka.

Breeder yang baik akan dengan senang hati menjelaskannya ke kamu dan mengatasi kekhawatiran kamu. Tapi, kalau si breeder tampak menghindari pertanyaan kamu bahkan merasa tidak senang dengan pertanyaan kamu, kamu harus meninggalkan breeder itu yaah genks.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan vaksinasi kucing, melakukan perawatan hewan yang bisa mencegah penyakit, dan juga pemeriksaan rutin ke dokter hewan kamu.

 

Rentang Hidup Kucing Siam

Kucing Siam umumnya diharapkan memiliki masa hidup yang baik, karena kebanyakan kucing Siam dapat hidup hingga remaja pertengahan atau akhir, dengan kisaran waktu 8 sampai 15 tahun.

 

Makanan dan Nutrisi Kucing Siam

Makanan kering untuk kucing bisa membantu menjaga gigi dan gusinya tetap sehat, sedangkan makanan basah dapat menyediakan cairan untuk kucing yang mungkin tidak minum cukup air. Kamu juga harus memastikan untuk menyediakan air bersih yang segar agar kucing kamu mau meminumnya.

Kucing Siam

Banyak kucing memoderasi makanan apa saja yang bisa mereka makan untuk bertahan hidup, sementara beberapa kucing akan makan berlebihan jika mereka bisa mendapatkannya dengan mudah. Jika kamu melihat kucing kamu mulai menunjukkan kelebihan berat badan, mungkin kamu ingin memberikan makanannya dua kali sehari dan mengambil bagian makanan yang tidak dimakan.

Kucing kamu bisa aja membutuhkan makanan yang dimodifikasi seiring bertambahnya usia. Kamu perlu mendiskusikannya dengan dokter hewan kamu mengenai kebutuhan nutrisinya yaa. Menghindari obesitas adalah cara terbaik untuk memungkinkan kucing kamu hidup sampai usia tua yang sehat.

 

Breeder Kucing Siam

Banyak breeder kucing Siam bertebaran dimana-mana. Cara untuk memutuskan memilih salah satu breeder tergantung dengan alasan mengapa kamu ingin memelihara kucing Siam itu sendiri.

Kalau kamu ingin kucing Siam dengan kualitas show, maka kamu perlu mencari breeder kualitas show pula. Breeder dengan reputasi baik, akan memberikan kamu dokumen lengkap dan memberi tahu kamu mana anak kucing Siam yang lebih potensial.

Kucing Siam

Tentunya anak kucing ini akan sulit didapat, lebih mahal harganya, sehingga kamu perlu menunjukkan ketulusan kamu untuk mempromosikan garis keturunan kucing ini, sebelum si breeder setuju untuk menjual anak kucing Siam yang berkualitas.

Tapi kalau kamu hanya mencari hewan peliharaan sebagai teman di rumah, maka kamu bisa mendapatkan banyak pilihan. Kamu tidak memerlukan anak kucing dengan dokumen yang lengkap, atau warna bulu spesifik yang disetujui asosiasi.

Apapun alasan kamu untuk memiliki kucing Siam, kamu harus selalu utamakan mencari breeder yang selalu mengutamakan kesehatannya. Orang tua si anak kucing juga harus dilakukan pengecekan kesehatannya, dan jika kamu mengadopsi anak kucing pada usia 12 minggu atau lebih, maka seharusnya si anak kucing itu sudah mendapatkan vaksinasi pertamanya.

Tanyakan juga ke breeder tentang riwayat penyakit jantung pada garis keturunan si kucing, kalau si breeder tidak mau menjawab pertanyaan kamu atau ragu-ragu kamu harus meninggalkan breeder itu dan mencari breeder lainnya.

 

Harga Kucing Siam

Harga kucing Siam bervariasi tergantung dimana kamu tinggal, dan seberapa dianggap berkualitasnya kucing Siam itu.

Kucing Siam

Di Amerika Serikat, harga kucing Siam mencapai $400 sampai $700. Lain lagi di Inggris, harga kucing Siam berkisar £350 sampai £600. Sedangkan di Indonesia sendiri harganya 2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah.

 

Kedekatan Kucing Siam dengan Anak-Anak dan Hewan Peliharaan Lainnya

Kucing Siam merupakan kucing yang aktif dan suka bersosialisasi, sehingga kucing Siam bisa jadi pilihan yang bagus untuk keluarga dengan anak-anak maupun hewan peliharaan lainnya. Dia akan bermain bola bersama anjing kamu, belajar trik dengan mudah, dan menyukai perhatian yang diterimanya dari anak-anak yang ramah dengan kucing.

Kucing Siam

Anak-anak kecil perlu kamu ajari bagaimana cara merawat kucing yang baik dan tepat, agar tidak memancing reaksi defensif dari si kucing.

 

Apakah Kucing Siam Cocok untuk Kamu?

Kalau kamu mencari kucing yang aktif dan menyenangkan, maka kucing Siam bisa jadi pilihan yang tepat untuk kamu.

Kucing Siam

Tentunya, kamu harus menyukai kucing Siam karena vokalnya juga yaa, jangan sampai kamu terganggu karena sifat vokalnya itu. Ras kucing ini tidak cocok untuk kamu yang bekerja seharian atau jauh dari rumah, karena kucing Siam suka menghabiskan waktu bersama pemiliknya.

Kucing Siam jadi pilihan yang sangat cocok bagi kamu yang sedang mencari teman bermain menyenangkan di siang hari, dan tidur di kasur bersama kamu di malam hari.

Irma Deistya Pecinta kucing yang dulunya takut kucing, Kemudian mulai memberanikan diri dan akhirnya jatuh cinta terlalu dalam ke dunia perkucingan

Kucing Anggora

Irma Deistya
9 min read

Jenis-Jenis Kucing

Irma Deistya
45 min read

Kucing Himalaya

Irma Deistya
12 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *