Irma Deistya Pecinta kucing yang dulunya takut kucing, Kemudian mulai memberanikan diri dan akhirnya jatuh cinta terlalu dalam ke dunia perkucingan

Kucing Persia

Kucing Persia

Setelah sebelumnya aku bahas tentang Kucing Anggora di post sebelumnya, kali ini aku bakal membahas kucing yang paling populer lainnya, yaituuuu kucing Persia.

Kucing Persia

Di artikel ini aku juga akan membahas mengenai asal si kucing Persia, hal-hal yang disukainya, bagaimana cara merawat yang baik, makanannya, pokoknya segala hal yang perlu kamu tahu tentang kucing Persia.

Dan terakhir, kamu bisa memutuskan apakah kucing Persia cocok sebagai hewan peliharaan kamu di rumah.

 

Apa sih Kucing Persia?

Kucing Persia dikenal memiliki bulu yang lebat dan halus, pendiam, serta berkepribadian manis lho genks. Tapi jangan salah, kucing Persia bisa mendeteksi mana majikan yang baik dan penyayang sama dia sehingga kucing Persia akan lebih dekat dengan majikannya itu.

Kucing Persia kenal lho dengan istilah take and give genks 😀 apa yang kucing Persia dapatkan dari majikannya maka ia juga akan membalas dengan sepenuh hatinya juga. Jadi kamu harus perlakukan kucing Persia kamu sebaik mungkin yaah, maka kamu akan mendapatkan kembali cintanya 🙂

Kucing yang tidak biasa ini punya beberapa spekulasi asalnya yang akan kita bahas di bawah ini. Stay tuned genks!

 

Ciri-Ciri Kucing Persia

Pasti kamu juga sudah tidak asing lagi dengan ciri-ciri fisik kucing Persia kan genks? Yuup betulllll kucing ini ciri yang paling utamanya berbulu panjang daripada kucing anggora . Selain itu kucing Persia memiliki ciri khas lainnya seperti, kepala membulat besar, hidung pendek, pipinya chubby, dan telinga kecil dengan ujung membulat.

Bagian kepala ditopang dengan leher yang pendek, tebal, dan tubuh yang kekar. Kaki kucing Persia pendek, tebal, dan kuat dengan cakar besar, bulat, dan tegas. Ekornya pendek, namun tetap proporsional dengan panjang tubuh kucing.

Kucing Persia 2

Bulunya panjang, tebal, berkilau dengan tekstur halus melengkapi penampilan mewah kucing Persia. Bulunya panjang di seluruh tubuh dan mencakup ruff besar (bulu lebat seperti singa jantan dewasa) di leher, embel-embel yang dalam di antara kaki depan, ada rumbai di telinga, dan ekor yang seperti “kemoceng”.

Kucing Persia mulai muncul dengan “penampilan” yang berbeda. Terdapat beberapa, yang dikenal sebagai Persia berwajah Peke, memiliki wajah yang sangat datar. Hal ini dilakukan dengan pengembangbiakan selektif dan hasilnya mendapatkan apresiasi dari orang-orang karena kagum akan keunikan fisiknya itu.

Tetapi kamu harus pikirkan 2 kali tentang masalah pernapasan yang mungkin dimiliki kucing Persia tipe ini sebelum memutuskan untuk mendapatkannya yaa.

Kucing Persia juga ada yang memiliki “wajah boneka” dianggap sebagai penampilan Persia yang lebih kuno, dengan wajah yang tidak selembut wajah kucing Persia Peke.

 

Sejarah Kucing Persia

Kucing persia termasuk jenis kucing lama. Kucing yang terkenal dengan kecantikan bulunya ini berasal dari lahirnya peradaban yaitu Mesopotamia, kemudian dikenal dengan Persia, dan sekarang menjadi Iran. Sama hal nya dengan kucing Anggora, kucing persia juga dinamakan dari mana mereka berasal yaitu Persia.

Meskipun kucing Persia dicatat dan dinamai dari asalnya, ada rumor bahwa kucing Persia merupakan ras purba. Beberapa orang juga percaya bahwa kucing persia digambarkan pada hieroglif Mesir Kuno. Pada abad ke-16, diyakini bahwa kucing ini dipindahkan dari alam liar dan diekspor dari Persia, hingga akhirnya menjadi kucing populer.

Kucing Persia 1

Bulu panjangnya kucing persia mungkin merupakan mutasi genetik alami. Penampilannya yang menawan menarik perhatian para bangsawan abad ke-17 dan pelancong dunia Pietro Della Valle, yang dipercaya membawa kucing berbulu panjang pertama ke Eropa pada tahun 1626. Pada saat itu, kucing persia memiliki warna abu-abu mengkilap seperti sutra, tetapi berkat perkembangbiakkan selektif, kucing persia punya beberapa varian warna.

Pada akhir 1800-an, kucing persia mulai eksis di panggung dunia,

Pada akhir 1800-an, kucing persia mulai eksis di panggung dunia, dipamerkan di pertunjukkan kucing, dan dapat banyak pengakuan. Ketika pengembangbiakkan dan pertunjukkan kucing jadi populer, kucing berbulu panjang dari Persia, Turki, Afganistan, dan lokal eksotik lainnya yang lebih dikenal dengan “Asia” sering dikembangbiakkan bersama.

Pada pertunjukkan kucing Crystal Palace pada tahun 1871, kucing Persia termasuk di antara ras yang dipamerkan. Mereka adalah hewan peliharaan yang populer saat itu dan memiliki cap khusus karena kesukaan Ratu Victoria pada jenis ini.

Akhir abad ke-19, kucing Persia mulai diimpor pertama kali ke Amerika, lalu bersaing menjadi yang terfavorit dengan kucing Mainecoon yang telah menjadi kesayangan warga Amerika. Dan sejak itu hingga sekarang, kucing Persia telah menjadi jenis kucing yang paling disukai di dunia karena keindahan penampilannya serta kepribadiannya yang manis.

Perkembangan Kucing Persia

Saat ini kucing Persia merupakan jenis kucing populer di Amerika Serikat, Inggris, hingga Indonesia. Namun, kucing Persia bukanlah cerminan asli dari kucing gurun yang terseleksi alam memiliki wajah dan hidung yang pendek. Kebanyakan kucing Persia memang memiliki moncong yang pendek dari rata-rata, hal ini disebabkan karena perkembangbiakkan ekstrem yang akhirnya mengakibatkan hal yang tidak menguntungkan, yang akan kita bahas di bagian kesehatan di bawah ini. Balik lagi, karena perkembangbiakan ekstrem inilah, kita jadi bisa melihat wajah kucing Persia yang kita kenal sekarang ini.

 

Ukuran Kucing Persia

Kucing Persia termasuk jenis kucing yang berukuran medium. Kucing Persia biasanya berat rata-ratanya antara 3.5 kg sampai 6 kg lho genks.

Kucing Persia 3

Kucing Persia termasuk kucing yang tidak banyak bergerak genks, jadi kamu harus memastikan asupan makanan dan suplemen yang tetap bisa menjaga kesehatannya yaah.

 

Warna Kucing Persia

Kucing Persia punya rentang warna yang indah lho genks!

Tiap masing-masing negara memiliki panduan warna yang berbeda genks, contohnya kayak Asosiasi Kucing Inggris (CFA) dan Asosiasi Kucing Amerika (CFA). Jadi aku akan rangkum secara umumnya aja yaa, kalau kucing Persia kamu tidak ada di daftar warna yang sudah aku rangkum ini, kamu bisa lho komen di bawah yaaa.

Kucing Persia Solid

Yang termasuk kucing Persia solid di antaranya :

  • White
  • Black
  • Blue
  • Red
  • Chocolate
  • Lilac
  • Cream

Kucing Persia 12

Kucing Persia white solid memiliki warna tembaga atau biru, dan tidak jarang juga lho kucing persia putih memiliki odd eye. Sisanya kucing persia solid lainnya memiliki warna mata seperti tembaga.

Kucing Persia Chinchilla, Shaded, dan Smokey

Kucing chinchilla merupakan hasil persilangan jenis kucing Persia warna smoke dan silver tabby genks, sehingga menghasilkan perpaduan warna hitam kurang dominan daripada warna terangnya. Kucing Persia chinchilla juga memiliki flek hitam di bagian kepala, tubuh, kaki, atau ekornya.

Kucing Persia shaded memiliki bulu berwarna hitam di bagian punggung dan di ujung bulunya. Kucing Persia perak dan emas memiliki mata yang berwarna hijau atau biru, serta bantalan hitam di kakinya.

Kucing Persia Tabby

Kucing Persia tabby bisa terlihat klasik, bertotol, maupun bercorak.

Berikut beberapa warna yang termasuk kucing Persia tabby :

  • Golden
  • Silver
  • Blue
  • Brown
  • Comeo
  • Red
  • Cream

Kucing Persia tabby umumnya memiliki warna mata seperti tembaga, tetapi kucing Persia tabby silver bisa memiliki warna mata hijau atau coklat.

Kucing Persia Tortoiseshell dan Calico

Kucing Persia juga bisa lho bercorak tortoiseshell dan calico. Kucing Persia tortoiseshell memiliki corak warna bulu hitam dengan bercak warna merah, sedangkan kucing Persia calico berbulu putih dengan bercak hitam dan merah.

Warna kucing Persia ini semuanya memiliki warna seperti tembaga.

Kucing Persia Himalaya

Kamu pasti sudah tidak asing lagi kan melihat kucing Persia tapi memiliki bulu seperti kucing Siam?

Kucing Persia Himalaya biasanya memiliki bulu berwarna putih dengan wajahnya yang cemong 😀 Yapp, bulu di area wajah seperti orang pakai masker genks, selain itu di bagian ujung telinga, dan kaki kucing Persia Himalaya juga berwarna gelap. Mata kucing Persia Himalaya juga selalu berwarna biru lho genks.

Awal mula lahirnya kucing Persia Himalaya di tahun 1950an dengan mengembangbiakkan kucing Persia dengan kucing Siam. Lalu hasil campuran Persia Siam ini dikembangbiakkan lagi dengan kucing Persia murni, sehingga menghasilkan pola yang khas Siam pada wajahnya dengan tampilan kucing Persia.

CFA mengakui kalau kucing Persia Himalaya ini sebagai ras terpisah, meskipun secara fisik mirip dengan kucing Persia, tapi secara teknis mereka bukanlah jenis yang sama.

 

Perawatan Kucing Persia

Sama halnya dengan semua kucing, kamu harus menjaga kebersihan giginya dengan menyikat giginya setiap hari, atau kalau kamu terlalu sibuk kamu juga bisa kok menyikat giginya minimal seminggu sekali. Daripada nggak sama sekali yaa khaann *plaakkk*,  Jangan ditiru yaah genks. Hal ini dilakukan agar kucing kamu terhindar dari penyakit periodontal.

Kucing Persia 5

Selain itu kamu juga harus rajin memotong kukunya, kalau sudah dirasa kuku kucing mulai memanjang dan tajam. Gunakan gunting kuku khusus kucing yaah genks, jangan pakai yang biasa kamu pakai memotong kuku kamu karena dikhawatirkan melukai kucing kamu.

Karena bulunya yang lebat, kamu juga harus menjaga kebersihan litter box (tempat pup & pee) nya setiap hari yaah, supaya tidak ada kotoran yang menempel di bulu atau kukunya. Kalau kamu tidak menjaga kebersihan litter box dengan baik, biasanya kucing Persia enggan menggunakan litter box nya dan malah akan pup atau pee sembarangan genks.

Kalau kamu membiarkan kucing Persia kamu berkeliaran bebas di luar, kamu harus siap-siap mengeluarkan ekstra waktu untuk merawat kucing kamu genks. Selain itu, kucing Persia yang bebas berkeliaran di luar juga berpotensi dicuri orang yang menginginkan kucing cantik tapi tidak mau membayarnya.

 

Grooming dan Shedding Kucing Persia

Grooming

Grooming kucing Persia itu tugas besar lho genks. Why?

Bulunya yang panjang dan sehalus sutra itu harus dirawat setiap hari cuy, kamu cukup menyisirnya kok setiap hari selama 10 menit untuk menghilangkan kotoran atau kusut di bulunya. Oh iyaa meskipun kamu “meng-indoorkan” kucing Persia kamu, kamu tetap harus memandikannya minimal sebulan sekali yaah genks.

Kucing Persia 4

Kamu perlu melakukan perawatan ekstra kalau memiliki kucing Persia putih, kamu harus membersihkan area matanya dari kotoran agar bulunya tidak kotor, lalu kamu juga harus rutin bersihkan ekornya supaya kotoran tidak menumpuk di ekornya juga.

Banyak pemilik kucing Persia yang menjaga area pantat kucing tetap terpotong agar kebersihan kucing Persia tetap terjamin. Tidak jarang juga pemilik kucing me-lap area pantat kucing menggunakan tissue basah setelah si kucing pup atau pee genks.

Karena bulu kucing Persia yang panjang dan lebat, maka kucing Persia lebih direkomendasikan untuk dipelihara di dalam rumah yaah genks.

 

Shedding

Kerontokan bulu kucing pasti sudah menjadi hal yang kamu bayangkan kalau kamu memelihara kucing berbulu panjang. Meskipun kamu rajin menyisir bulunya, tetap saja akan meninggalkan bulunya di sekitar rumah kamu.

Solusi terbaiknya kamu bisa menyedot rumah kamu menggunakan vacuum cleaner atau kamu juga bisa menggunakan hurricane fur wizard, roller dari IKEA, atau kalau kamu mau lebih ekonomis kamu bisa menggunakan lakban.

Kucing Persia tidak direkomendasikan kalau kamu penderita asma parah dan juga penderita alergi.

 

Kepribadian Kucing Persia

Yang paling populer dari kucing Persia apalagi kalau bukan……. kepribadiannya.

Si kunis (kucing manis) biasanya jadi teman yang sangat santai di rumah. Kucing ini juga dikenal pendiam genks, jadi cocok banget buat jadi pajangan di rumah kamu 😀

Kucing Persia 6

Hal yang paling disukai kucing Persia duduk di pangkuan kamu lalu dibelai-belai lembut maka kamu akan mendapat curahan kasih sayang kucing Persia kamu, tapi kamu harus tulus yaah genks menyayangi kucing Persia, karena kucing Persia cukup pintar menilai orang yang dianggapnya bisa dipercaya. Yuup, kucing Persia sebenarnya penuh kasih sayang, hanya saja agak diskriminatif 😀

Kucing Persia bukan jenis kucing yang paling energetik atau lucu karena aksinya. Kucing Persia lebih suka mencari tempat hangat yang bagus untuk bersantai seperti di sofa, kursi, bahkan tempat tidur sampai kamu bebas mengagumi dan memberinya perhatian. Tidak seperti jenis kucing lainnya, mengeongnya kucing Persia tenang dan tidak mengganggu. Cocok sebagai teman hidup kamu yang tenang.

Kucing Persia adalah pembelajar yang lambat dan dianggap sebagai kucing yang tidak sangat terlatih. Kucing Persia lebih suka menjadi penonton bayaran daripada ikut berpartisipasi kegiatan rumpi eiiimm *sholeh/ah yaah kamu nak*.

Temperamen kucing Persia umumnya juga baik. Karena mereka biasanya kucing yang ramah dan setia serta dikenal sebagai kucing yang mudah fokus dan mudah ditangani.

Kucing Persia lebih menyukai lingkungan rumah yang tenang, tidak ada perubahan yang begitu besar setiap harinya. Kucing Persia juga tidak mungkin memanjat gorden, melompat di meja, atau hinggap di kulkas kamu. Karena kucing Persia lebih suka bermain dengan furnitur yang gampang diakses baginya, prinsip hidup kucing Persia *kalau ada yang mudah kenapa harus yang susah >.<

 

Kesehatan Kucing Persia

Kucing Persia merupakan jenis kucing yang populer karena kecantikan dan kemanisannya, namun sama dengan semua jenis kucing ras, kucing Persia rentan terhadap sejumlah masalah kesehatan yang disebabkan oleh pengembangbiakkan selektif. Masalah ini banyak berkaitan langsung dengan struktur wajah yang memang disukai orang dari kucing Persia, meskipun mereka juga mungkin mengalami masalah kesehatan genetik yang tidak terkait dengan struktur fisik mereka. Sangat penting untuk mengawasi kucing Persia agar masalah kesehatan dapat diketahui dan dirawat lebih awal.

Kucing Persia 7

Sementara para breeder yang bertanggung jawab melakukan antisipasi dengan cara mengurangi penyebaran masalah kesehatan umum di dalam cattery mereka, tidak ada breeder yang bisa mengatakan dengan pasti bahwa kucing mereka benar-benar bebas dari penyakit atau potensi penyakit.

Tentunya kesehatan kucing Persia merupakan hal penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum kamu membeli kucing Persia yaah genks.

 

Kucing Berwajah Datar

Kucing Persia memiliki wajah yang datar. Selama bertahun-tahun kucing Persia dikembangbiakkan secara ekstrim untuk mendapatkan popularitas wajah dengan hidung pesek.

Sayangnya, memiliki wajah datar tidak baik bagi kesehatan kucing, karena bisa menyebabkan “brachycephaly” yang bisa mengakibatkan timbulnya banyak penyakit lainnya.

 

Tear Duct Overflow

Karena struktur wajah mereka yang datar, kucing Persia bisa mengalami masalah pada saluran matanya. Sehingga bisa mengakibatkan matanya selalu berair dan menyebabkan bulu di bagian bawah mata terjadi perubahan warna. Hal yang terburuknya adalah bisa terjadi masalah pada kulitnya karena kelembaban konstan.

 

Gangguan Mata

Brachycephaly bisa menyebabkan gangguan pada mata kucing Persia. Mata kucing Persia yang belo’ (menonjol) dapat lebih mudah rusak oleh aktivitas sehari-hari mereka atau karena bulu panjangnya.

Selain brachycephaly, gangguan mata yang bisa terjadi pada kucing Persia adalah progressive retinal atrophy, dan entropion yaitu kondisi dimana bulu mata masuk ke dalam kucing sehingga mengiritasi kornea.

Kamu perlu menjaga kesehatan mata kucing Persia kamu secara teratur dan memastikan kenyamanan mereka.

 

Gangguan Pernafasan

Karena wajahnya yang datar, kucing Persia bisa terkena gangguan pada pernafasan sehingga mengakibatkan sulitnya mengatur suhu tubuh dan tidak mampu berolahraga seperti kucing lainnya.

Meskipun kucing Persia tampak kurang energik, hal ini disebabkan karena fisiknya yang tidak bisa memaksakan diri bukan karena kurangnya minat untuk melakukan kegiatan.

Selain itu, gangguan pernafasan pada kucing Persia sehingga menyebabkan kesulitan bernafas atau pernafasan bising karena lubang hidung menyempit.

 

Penyakit Genetik Kucing Persia

Baik kucing Persia murni maupun kucing Persia campuran, keduanya tetap membawa resiko penyakit bawaan genetik lho genks.

Gangguan-gangguannya akan kita bahas di bawah ini..

Polycystic Kidney Disease (PKD)

PKD merupakan masalah besar bagi kucing Persia, tapi kamu jangan khawatir genks karena para breeder telah menemukan cara agar anak kucingnya bisa terhindar dari PKD dengan melakukan tes DNA pada kedua orang tua si kucing.

PKD adalah penyakit ini menyerang 1 atau 2 ginjal yang biasanya mulai menunjukkan gejala pada usia 7 hingga 10 tahun.

Meskipun insiden penyakit ini mulai bisa dikurangi, kamu tetap harus teliti saat membeli anak kucing Persia dari breeder dengan memastikan bahwa kedua orangtua si anak kucing telah terbebas dari PKD dari hasil tes DNA.

 

Sindrom Chediak-Higashi

Sindrom ini biasanya hanya terjadi pada kucing Persia berwarna blue smoke. Saat ini belum ada tes DNA yang bisa dilakukan, tetapi ada alternatif lainnya yaitu dengan melakukan tes darah. Selain itu, kamu juga bisa menghindari pilihan warna blue smoke pada kucing Persia kamu.

 

Displasia Pinggul

Displasia pinggul bisa terjadi pada kucing Persia. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan rontgen pada kedua orang tua kucing Persia. Ada cara yang lebih mudah yaitu kamu bisa melihat pergerakan kedua orang tua si anak Kucing Persia apakah ada kekakuan atau keengganan untuk melompat.

 

Gangguan Kesehatan Kucing Persia

Selain masalah kesehatan pada kucing Persia yang sudah aku bahas di atas, kucing Persia juga rentan terhadap ringworm (kurap) dan masalah kulit lainnya.

Aku tekankan sekali lagi, bahwa kesehatan kucing Persia adalah yang utama ketika kamu sedang mempertimbangkan akan membeli kucing Persia.

Kamu juga harus mempertimbangkan fakta bahwa rata-rata angka kematian anak kucing usia hingga 8 minggu sebesar 16%, namun di kucing Persia persentase itu membesar menjadi 25%. Tentunya hal ini merupakan fakta yang mengejutkan bagi calon pembeli.

kucing persia 14

Selain masalah penyakit yang disebabkan dari fisik dan genetik kucing Persia, mereka bisa mengalami gangguan pada saluran kemihnya; hipertrofi kardiomiopati (penebalan dinding otot jantung); liver shunt, yaitu kelainan yang mempengaruhi aliran darah ke hati, sehingga menyebabkan penampilan kotor, batu kandung kemih, dan anemia; maloklusi gigi, yaitu gigi kucing tidak bersatu dengan baik; congenital ankyloblepharon; dan seborrhea oleosa, suatu kondisi kulit yang menyebabkan rasa gatal, kemerahan dan kerontokan rambut.

Saat kamu hendak membeli kucing Persia, sangat penting bagi kamu menemukan breeder yang tidak hanya berkomitmen memelihara tetapi juga meningkatkan kesehatan kucing Persia.

Carilah breeder yang mengembangbiakkan kucing Persia secara tidak berlebihan pada bentuk wajah kucing, melakukan tes kesehatan rutin pada kucing, dan senang berdiskusi dengan kamu mengenai sejarah kesehatan kucing pilihan Kamu secara terbuka. Ini akan meningkatkan peluang kamu untuk menemukan anak kucing Persia yang akan hidup lebih lama dan lebih bahagia.

 

Rentang Hidup Kucing Persia

Kucing Persia umumnya memiliki rentang hidup antara 8 sampai 11 tahun.

Meskipun begitu, kucing Persia bukan termasuk jenis kucing yang berumur panjang, apalagi karena mereka tinggal di dalam ruangan serta jauh dari lalu lintas dan predator.

Kucing Persia 10

Tapi tetap ada kok hal yang bisa kamu lakukan agar kucing Persia kamu berumur panjang dan menjalani hidup dengan layak, yaitu kamu bisa mendapatkan kucing Persia dari breeder terpercaya lalu kamu melihat langsung orangtua si kucing Persia kamu terlebih dahulu seperti apa, dan kamu juga bisa mengecek status kesehatan orangtua si kucing dan tentunya kucing Persia kamu juga.

 

Makanan dan Nutrisi Kucing Persia

Beberapa merk menyediakan jenis makanan khusus untuk kucing Persia. Meskipun, kucing Persia tetap bisa makan dan berkembang dengan baik pada makanan kucing umum lainnya, tetapi jenis makanan khusus kucing Persia sudah dirancang sesuai dengan gaya hidupnya yang santai dan bentuk rahang mereka.

Kucing Persia dikenal sebagai pemilih makanan (umum bagi banyak ras kucing), tapi mereka akan makan dengan baik jika sudah menemukan sesuatu yang disukainya. Makanan kucing Persia harus tinggi protein, serat, dan rendah lemak. Kucing Persia juga bisa diberikan baik makanan basah, makanan kering, makanan mentah, maupun makanan campuran dari 2 jenis ataupun lebih.

Kucing Persia 9

Karena kucing Persia tidak terlalu energetik, kamu harus berhati-hati untuk tidak memberi makanan yang berlebihan agar tidak menyebabkan obesitas. Memberi makan dalam jumlah yang ditetapkan 2 kali sehari lebih baik daripada memberi makanan langsung banyak untuk seharian demi membatasi makan berlebihan.

Kamu juga harus cermat mengamati kebiasaan makan kucing kamu, karena kucing Persia bisa saja mengalami kesulitan makan dengan bentuk atau ukuran tertentu karena wajahnya yang datar. Jadi kalau kucing Persia kamu tidak mau makan, maka mungkin kamu perlu mengganti makanannya. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter hewan kamu untuk memeriksakan giginya dan memastikan ada atau tidaknya potensi masalah sejak awal.

 

Anak Kucing Persia

Anak kucing Persia adalah makhluk kecil yang luar biasa menariknya. Kalau kamu sedang berpikir untuk membeli 1, kamu jangan asal pilih yaa supaya kamu tidak mendapatkan “kucing Persia yang tidak layak”.

Kucing Persia 11

Ada banyak kok breeder yang tersebar di seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di ICA, jadi kamu punya banyak pilihan kucing, sehingga kamu bisa berkomitmen sebelum kamu memutuskan memelihara anak kucing Persia.

 

Tips Memilih Anak Kucing Persia

Ada beberapa cara yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan anak kucing Persia. Misalnya lamu bisa membeli anak kucing Persia murni, membeli kucing Persia campuran, mengadopsi, atau menyelamatkan kucing yang lebih tua. Metode mana yang kamu pilih bisa kamu sesuaikan dengan kondisi dan perasaan kamu.

Opsi yang bisa kamu lakukan salah satunya dengan mengunjungi breeder kucing Persia di daerah kamu atau kamu juga bisa menyelamatkan kucing Persia

Breeder Kucing Persia

Kamu bisa lho menemukan kucing Persia murni di daerah kamu melalui breeder. Tapi ada beberapa hal yang harus kamu pastikan sebelum kamu memilih 1 anak kucing Persia. Pertama kamu harus mengecek terlebih dahulu kondisi orang tua si anak kucing Persia itu apakah memiliki hidung yang jelas dari rata-rata (hidungnya pesek atau tidak),

Lalu kamu juga harus perhatikan anak kucing Persia pilihan kamu saat bersama teman dan induknya. Jangan pernah membeli anak kucing dari breeder yang tidak mau menunjukkan ke kamu induk si kucing atau dimana anak kucing Persia pilihan kamu dibesarkan.

Kucing Persia 13

Banyak juga breeder yang tidak akan menjual anak kucing Persia sebelum berumur 13 minggu, karena ini adalah usia dimana usia yang disarankan jika mau mengadopsi kucing, yaitu saat si anak kucing Persia sudah bisa lepas dari susu induknya dan mulai makan makanan basah.

Jika kamu mengadopsi atau membeli anak kucing Persia di usia tersebut, seharusnya breeder sudah melakukan vaksinasi pertama ke anak kucing, jadi kamu bisa sekalian meminta bukti sertifikat bahwa anak kucing Persia pilihan kamu sudah di vaksin.

 

Harga Kucing Persia

Harga kucing Persia tidak semahal jenis kucing lainnya karena popularitas mereka. Harganya juga akan semakin murah jika memang yang kamu cari kucing Persia sebagai hewan peliharaan di rumah, tentunya harga akan semakin meroket jika pilihan kucing Persia yang kamu inginkan adalah untuk pertunjukkan.

Di Indonesia, kamu bisa menemukan kucing Persia dengan harga 4 juta sampai 11 juta rupiah dan tentunya kamu mendapatkan sertifikat pedigree. Untuk kucing Persia kualitas pertunjukkan tentunya harga akan semakin mahal genks, harganya bisa 25 juta rupiah.

Saat membeli kucing Persia kamu harus mempertimbangkan masalah kesehatan potensial yang sudah dibahas di atas.

Breeder yang baik tentunya ingin memperbaiki garis keturunan kucing mereka dengan melakukan serangkaian tes kesehatan yang tentunya membebankan mereka, tapi hal itu dilakukan untuk investasi anak-anak kucing Persia mereka juga.

Jadikan kesehatan si kucing sebagai pilihan utama kamu yaah genks, jangan pernah kamu memilih kucing Persia yang sedang sakit atau kamu akan mengeluarkan biaya lebih untuk pengobatan dan tentunya perawatan kucing Persia.

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan anak kucing Persia yang sehat adalah dengan mencari anak kucing Persia campuran.

 

Kucing Persia Campuran

Memilih kucing Persia campuran merupakan ide yang baik bagi beberapa pemilik hewan yang menginginkan kucing Persia yang sehat.

Kucing Persia campuran bisa memberikan kamu peluang untuk beberapa karakteristik seekor kucing Persia, tanpa masalah kesehatan yang terkait.

Kalau kamu mendapatkan kucing Persia campuran yang dikawinkan dengan jenis kucing lainnya, maka kamu harus pastikan bahwa breeder telah melakukan tes kesehatan untuk kedua jenis orang tua si anak kucing tersebut.

 

Menyelamatkan Kucing Persia

Selain membeli kucing Persia, ada lho cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan teman baru yang menyenangkan, yaitu dengan me-rescue (menyelamatkan) kucing Persia. Biasanya kucing Persia hasil rescue lebih tua dan tidak memiliki sertifikat pedigree bahkan tidak jarang si pemilik menelantarkan si kucing Persia ;-(

Sebelum kamu membawa pulang kucing Persia yang sudah di rescue, sebaiknya kamu membawanya ke dokter hewan terlebih dahulu untuk mengecek status kesehatannya, dan kamu juga bisa mempelajari temperamen kucing Persia pilihan kamu. 🙂

 

Kedekatan Kucing Persia dengan Anak-Anak dan Hewan Peliharaan Lainnya

Kucing persia bukan pilihan terbaik jika di rumah kamu banyak anak-anak atau anjing yang galak. Sebenarnya kucing persia tidak keberatan menjadi objek perhatian anak-anak asalkan anak-anak tidak berlaku kasar ke mereka. Kucing persia juga bisa lho akrab ke anjing asalkan si anjing ramah, tidak mengejar-ngejar kucing sampai membuat si kucing stres.

 

Apakah Kucing Persia Cocok untuk Kamu?

Membeli kucing Persia merupakan komitmen yang besar genks. Why??? Karena kucing Persia bukan kucing liar yang bisa kamu tinggalkan tanpa pemeliharaan yang baik. Kamu harus memiliki komitmen penuh untuk memberikan waktu kamu untuk merawat bulunya dengan cara menyisirnya setiap hari.

Kucing Persia 8

Selain itu, kamu juga perlu mengeluarkan biaya tambahan jika kucing Persia kamu mengalami hal yang terburuk sehingga kucing kamu tidak lagi sehat.

Temperamen kucing Persia termasuk baik dan bisa menjadi teman yang baik bagi kamu yang juga menyukai suasana ketenangan di dalam rumah.

 

Kesimpulan

Jika kamu sudah memutuskan untuk membeli kucing Persia maka pilihlah anak kucing dengan hati-hati, dan ikuti pedoman mencari breeder yang baik seperti yang sudah aku bahas di atas tadi yaah sehingga kamu bisa memutuskan dengan sebaik mungkin dan tidak ada penyesalan nantinya.

Jadiii gitu genks penjelasan dari aku mengenai kucing Persia, semoga kamu mendapatkan info yang bermanfaat dari artikel ini yaah, jadi kamu bisa melihat lebih dalam tidak hanya info dasarnya aja..

Kamu juga bisa lho sharing mengenai kucing Persia peliharaan kamu dengan komen di bawah yaah genks, gimana kelakuan sehari-harinya 🙂

 

Irma Deistya Pecinta kucing yang dulunya takut kucing, Kemudian mulai memberanikan diri dan akhirnya jatuh cinta terlalu dalam ke dunia perkucingan

Kucing Anggora

Irma Deistya
9 min read

Jenis-Jenis Kucing

Irma Deistya
45 min read

Kucing Himalaya

Irma Deistya
12 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *